Kabaronlinenews.com, Bengkulu tengah – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah bergerak cepat menjemput aspirasi warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) serentak di tiga kecamatan, Bang Haji, Karang Tinggi, dan Taba Penanjung, Selasa (27/01/2026).



Kegiatan Di Kecamatan Bang Haji, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, S.Sos., sementara kegiatan di Kecamatan Karang Tinggi di buka oleh Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., dan kegiatan di Kecamatan Taba Penanjung di buka oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkulu Tengah, Robikana, S.E., M.Si.


Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, S.AP., Waka II DPRD Bengkulu Tengah, Romli, S.P., beserta Ketua Komisi dan para anggota, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para Camat masing-masing wilayah, perwakilan Kapolsek setiap Kecamatan, serta seluruh Kepala Desa setiap Kecamatan.
Membawa misi besar bertajuk “Digitalisasi Pelayanan Publik dan Optimalisasi Kualitas Sektor Strategis Daerah” dimana dalam arahannya Wakil Bupati Bengkulu Tengah menyampaikan bahwa tujuan dari Musrenbangcam tahun 2026 ini adalah untuk menyusun beberapa rencana pembangunan pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di desa-desa setiap Kecamatan.
“Hari ini kita akan mendengarkan pengajuan beberapa usulan untuk pembangunan tahun 2027 mendatang, oleh sebab itu, dukungan dari seluruh stakeholder sangat di butuhkan dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan yang diprioritaskan, agar dapat tecapainya pembangunan merata di Kabupaten Bengkulu Tengah,” ungkapnya
Selanjutnya, Wakil Bupati Bengkulu Tengah juga menegaskan bahwa setiap usulan strategis ini akan segera kami rangkum ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Musrenbang ini menjadi wadah bagi pemerintah desa dan masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah untuk menyampaikan usulan strategis, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, pengembangan sektor pertanian, hingga integrasi sistem digital desa demi mempercepat pelayanan administratif.(**)












