
Acara ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Perekonomian & Pembangunan, Nurul Iwan Setiawan, S.Sos., M.Si., jajaran Kepala OPD terkait, perwakilan Bank Bengkulu, perwakilan OJK Provinsi Bengkulu, serta seluruh Kepala Sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah.

Workshop ini dilaksanakan sebagai langkah konkret dalam menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2019 tentang Hari Menabung Indonesia (HMI). Selain itu, kegiatan ini merupakan respon cepat terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.15.1/774/SJ mengenai percepatan pelaksanaan program literasi keuangan bagi pelajar di seluruh penjuru daerah.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memastikan setiap siswa, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta, memiliki rekening tabungan pribadi.
Pemerintah ingin menanamkan kesadaran bahwa memiliki tabungan bukan sekadar soal angka di buku rekening, melainkan instrumen penting dalam membangun masa depan yang lebih tertata.
Lebih jauh, program KEJAR diharapkan mampu membentuk karakter disiplin dan budaya hemat pada diri siswa sejak usia dini. Dengan memiliki rekening sendiri, para pelajar diajarkan untuk lebih mandiri dalam mengelola uang saku serta memahami fungsi dasar lembaga perbankan sebagai tempat menyimpan aset yang aman dan terpercaya.
Sebagai langkah tindak lanjut, seluruh Kepala Sekolah yang hadir diminta segera melakukan pendataan terhadap siswa yang belum memiliki rekening tabungan. Nantinya, data tersebut akan dikonsolidasikan dengan Bank Bengkulu untuk mempermudah proses pembukaan rekening secara kolektif, sehingga target “Satu Pelajar Satu Rekening” di Kabupaten Bengkulu Tengah dapat segera tercapai. (**)












